Tuhan Kita Sama

 EndyNU


Tuhan Kita Sama


Tuhan kita satu, meski nama-Nya beragam,

Diseru di gereja, sinagog, pura dan masjid yang damai tenang.

Langit tak membedakan doa yang melangit,

Karena kasih-Nya melingkupi semesta, tak terbatas langit-bumi.


Tak usah kau tanya, “Tuhan siapa yang benar?”

Karena Ia tak butuh dibela, hanya dimaknai dalam sabar.

Ia hadir dalam iman yang jujur dan amal yang ikhlas,

Dalam kasih sayang yang tak memandang batas.


Di Al-Baqarah firman-Nya bersinar terang:

Yahudi, Nasrani, Shabi’in yang beriman dan berbuat baik

Pahala menanti, tak takut, tak bersedih,

Itu janji-Nya yang tak pernah berpaling dari baik.


Al-Hajj pun mengulang pesan kasih,

Majusi, mukmin, hingga musyrik pun akan disidang bersih.

Tak satu pun terlewat dari penglihatan-Nya,

Karena Tuhan melihat hati, bukan sekadar nama.


Kita manusia, bukan hakim akhir zaman,

Hanya hamba, bukan pemegang keputusan Tuhan.

Mengapa memecah, bila bisa menyatu?

Mengapa membenci, bila cinta lebih bermutu?


Tuhan kita sama, dalam cinta yang tak berbatas,

Yang menerima siapa saja yang berserah dan tulus menebar belas.

Tak peduli darimana kau datang,

Yang penting ke mana hatimu pulang.


Dalam takwa kita berlomba, bukan dalam debat semu,

Karena yang paling mulia adalah yang paling tahu malu.

Malu membanggakan diri di hadapan Yang Maha Esa,

Padahal diri ini penuh cela dan dusta.


Mari kita bawa damai, bukan perpecahan,

Karena Tuhan bukan milik satu golongan.

Ia milik jiwa-jiwa yang rindu kebenaran,

Yang berjalan dalam terang keikhlasan.


Tuhan kita sama,

Bukan dalam ritual, tapi dalam hakikat cinta.

Bukan dalam simbol, tapi dalam rahmat yang nyata.

Tuhan kita sama—karena Ia Esa.


Jika kau menyebut-Nya Allah, dan aku menyebut-Nya Tuhan,

Bukankah keduanya bersujud dalam kepasrahan?

Maka mari saling menggenggam dalam perbedaan,

Sebab di mata-Nya, kita semua satu harapan.

Comments

Popular posts from this blog

Penguatan Harakah, Fikrah, dan Amaliyah NU

Fokus Urus Jabatan Vs Organisasi

Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum: Menuju Pendidikan Islam yang Holistik