Menggigil Dalam Sunyi

 EndyNU


*Menggigil dalam Sunyi*


Menggigil aku di sudut sepi,

sendiri menantang dingin yang lirih,

tubuh rapuh dilanda demam,

flu mengalir seperti rintik malam.


Kopi hitam mengepul di cangkir luka,

asap rokok menari bersama duka,

hangatnya tak jua menembus

tulang-tulang yang mulai kelu dan lemas.


Hidung mampet, kepala berat,

tapi sunyi jauh lebih sesak

daripada napas yang tersendat,

atau dada yang ikut merapat.


Gemetar bukan karena suhu semata,

melainkan karena rindu yang tak ada,

karena peluk yang hanya bayang,

karena cinta yang menghilang.


Kupeluk diri dalam kabut tipis

antara sadar dan mimpi manis,

tak ada yang datang,

hanya batuk dan malam panjang.


Menggigil, aku terus bertahan,

bersama kopi, rokok, dan kesepian.

Jendela berembun menatap iba

Langitpun enggan bicara apa-apa

Comments

Popular posts from this blog

Penguatan Harakah, Fikrah, dan Amaliyah NU

Fokus Urus Jabatan Vs Organisasi

Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum: Menuju Pendidikan Islam yang Holistik