Jejak Maya Di Tanah Sidrap
EndyNU
Jejak Maya di Tanah Sidrap
Di ujung sinyal yang tak kasat mata,
tersimpan dusta dalam rupa kata.
Janji manis menari di layar kaca,
membius hati yang percaya.
Mereka datang tanpa wajah,
menyamar dalam bayang gawai,
menjual mimpi, menabur gelisah,
lalu pergi tak menoleh sekali.
Sidrap menangis dalam diam,
namanya tercemar oleh kelam.
Anak negerinya pun dirundung muram,
terjebak dalam jaring tipu yang dalam.
Hukum menjejak, tapi tak cukup,
luka korban tak mudah terobat.
Kesadaran harus dijemput,
agar tak makin banyak yang terjerat.
Wahai rakyat Sidrap yang tabah,
bangkitlah dari kabut resah.
Belajar dari luka dan sejarah,
agar masa depan tak lagi pasrah.
Mari bersama merajut cahaya,
dari layar yang dulu membawa duka.
Bersatu, waspada, jangan percaya,
pada janji palsu di dunia maya.
Bimbinglah generasi digital,
agar cerdas memilah sinyal.
Tak semua pesan bersifat netral,
ada yang datang dengan niat kriminal.
Pada platform dan pemilik kuasa,
jangan biarkan dusta merajalela.
Tutup pintu bagi mereka yang berdusta,
jaga ruang maya agar tetap merdeka.
Di tanah Sidrap harapan tumbuh,
meski kini badai belum berlalu.
Dengan ilmu dan hati yang penuh,
penipuan maya kan tersapu.
Comments
Post a Comment