Abbulosibatang Tanah Sinjai

 EndyNU


Abbulosibatang Tanah Sinjai

Di tanah Sinjai, harum sejarah bersemayam,

Tersimpan adat, tradisi tak lekang dimakan malam.

Abbulosibatang, nama yang menggema di relung nurani,

Pemersatu batang yang patah, pelipur luka di bumi pertiwi.


Dalam tudang sipulung, lidah bersuara jujur,

Dendam luruh, amarah menjadi gugur.

Tak ada palu menghukum, tak ada jeruji besi,

Hanya maaf yang mengalir, dalam damai yang abadi.


Duduk bersila, bersanding hati dan nurani,

Tokoh adat menenun tenang di sela-sela sunyi.

Tak ada yang tinggi, tak ada yang rendah,

Semua bersatu demi ikatan yang tak patah.


Doa-doa dilangitkan, leluhur disapa lembut,

Simbol-simbol adat jadi saksi bisu yang kalut.

Roh kebaikan memeluk tiap kata yang terucap,

Dalam lingkaran adat, luka sosial pun lenyap.


Tak hanya adat, tapi keadilan yang tumbuh,

Restoratif dalam makna, bukan sekadar sembuh.

Hubungan diperbaiki, bukan dibalas dendam,

Dalam ikhlas, kasih pun kembali menyiram.


Lelaki tua penengah, wajah penuh cahaya,

Ucapannya bukan hukum, tapi suara semesta.

Ditaati bukan karena kuasa,

Tapi karena bijak yang memancar dari jiwa.


Bukan hanya peristiwa, tapi warisan budaya,

Menjawab tantangan zaman tanpa banyak gaya.

Modernisasi menggoda dengan hukum kaku,

Namun Abbulosibatang tetap berdiri teguh dan lugu.


Generasi muda mulai bertanya,

Masih perlukah ini semua dijaga?

Jawabnya dalam damai yang tak terbeli,

Dalam nilai lokal yang menjahit harmoni.


Pemerintah dan guru budaya,

Mari peluk tradisi dengan mata terbuka.

Masukkan ia dalam pelajaran dan kisah,

Agar ia tak hanya hidup, tapi juga mewah.


Di dunia yang sering gaduh dan gaduh,

Abbulosibatang hadir memadam bara yang menyuluh.

Rekonsiliasi, musyawarah, dan kasih sayang,

Adalah senjata tanpa luka, pedang tanpa perang.


Sinjai bukan hanya peta di atlas dunia,

Tapi tanah di mana adat bernyawa dan bersuara.

Abbulosibatang, bukan sekadar nama yang bersajak,

Ia jalan pulang bagi hati yang retak.


Jaga ia, rawat ia, ajarkan ia,

Agar generasi esok tetap bisa bercerita.

Bahwa di Sinjai, damai tak sekadar mimpi,

Karena kami punya Abbulosibatang—penjaga harmoni.

Comments

Popular posts from this blog

Penguatan Harakah, Fikrah, dan Amaliyah NU

Fokus Urus Jabatan Vs Organisasi

Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum: Menuju Pendidikan Islam yang Holistik