Kemiskinan: Bukan Sekadar Angka, Tapi Pilihan Sosial
Oleh: Zaenuddin Endy Akademisi UIN Alauddin Makassar, Direktur Pangadereng Institut (PADI) Setiap awal tahun, kita disuguhi statistik: garis kemiskinan, indeks Gini, angka pengangguran terbuka, dan rasio ketimpangan. Seolah-olah kemiskinan adalah sekadar gejala yang bisa diredam dengan pendekatan teknokratis dan laporan indikator. Namun di balik deretan angka itu, ada realitas yang jauh lebih kompleks: kemiskinan bukan sekadar soal pendapatan yang rendah, melainkan cerminan dari tatanan sosial yang tidak adil. Ia bukan sekadar takdir ekonomi, tetapi produk dari pilihan sosial dan politik yang kita buat sebagai bangsa. Kemiskinan tidak lahir di ruang hampa. Ia dibentuk oleh struktur distribusi sumber daya yang timpang, kebijakan publik yang bias kelas, dan sistem sosial yang sering kali menormalisasi ketidakadilan. Amartya Sen, ekonom dan filsuf penerima Nobel, menyebut bahwa kemiskinan adalah "ketiadaan kapabilitas" — yaitu ketidakmampuan seseorang untuk menjalani hidup ya...